PRESIDEN CHINA TAGIH UTANG ATAU DIBAYAR DENGAN 200 JUTA RAKYATNYA MENETAP DI INDONESIA

DATA INFORMASI KLARIFIKASI
JENIS KLARIFIKASI
EKONOMI - EKONOMI
LOKASI INFORMASI
NASIONAL - NASIONAL
JENIS INFORMASI
HOAKS - MISLEADING CONTENT
KANAL ADUAN
TWITTER
BUKTI ADUAN
TEXT
PETUGAS CEK FAKTA
Tommy Sutami
DILIHAT
1551 KALI

Rabu, 12 Juli 2023

Beredar klaim yang menyatakan bahwa Presiden China Xi Jinping tagih uang pembayaran utang atau 200 juta rakyatnya menetap permanen di Indonesia. Unggahan klaim berita Presiden China Xi Jinping tagih uang utang atau 200 juta rakyatnya menetap permanen di Indonesia, berupa video siaran berita stasiun Tv WION yang menampilkan seorang pembawa berita dengan judul "CHINA'S DEBT TIME BOMB".


CEK FAKTA : Liputan6.com menelusuri klaim mengenai pemberita Presiden China Xi Jinping tagih uang pembayaran utang atau 200 juta rakyatnya menetap permanen di Indonesia, dengan menggunakan kata kunci 'china's hidden debt WION'. Penelusuran mengarah pada video berjudul "Gravitas: 165 countries owe at least $385 billion to China" yang diunggah akun YouTube resmi situs berita wionews.com.

Video yang diunggah pada akun YouTube tersebut identik dengan klaim, berikut narasi pembawa berita Palki Sharma yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

"China telah meminjamkan miliaran dolar kepada pemerintah di seluruh dunia. banyak pinjaman ini diberikan secara rahasia. Mereka menyebutnya pinjaman tersembunyi China. dan mereka membuat lubang di kantong para peminjam.
Jika ekonomi China runtuh. Negara-negara ini semua akan menderita. Dan itu hanya sebagian dari masalah utang tersembunyi yang merugikan semua negara ini, izinkan saya memberi contoh Indonesia.

Indonesia Ingin membangun jalur kereta api sehingga meminjam uang dari Cina jadi meminjam uang dari Cina itu adalah ide yang sangat buruk. Indonesia sedang belajar dengan susah payah. Butuh 4,5 miliar dolar dari China untuk jalur Kereta Api ini. Proyek ini diluncurkan pada 2015 enam tahun kemudian. Biaya proyek telah ditutup hingga lebih dari 8 miliar dolar dari 4,5 menjadi 8 miliar hampir dua kali lipat dari yang awalnya disepakati.

Dan apa yang Anda lakukan? Anda tidak dapat meninggalkan proyek pada pertengahan minggu sehingga Indonesia menghabiskan anggaran negaranya sendiri untuk membayar jalur Kereta Api ini. Dan ini bisa menjadi awal dari masalahnya. Sebagian besar uang yang dipinjam Indonesia dari China tidak tercatat. Itu tersembunyi di sana. Itu tidak tercermin dalam buku-buku resmi. Secara resmi Indonesia adalah China mendekati 5 miliar dolar. Secara tidak resmi Indonesia dilaporkan berutang kepada China hampir 23 miliar dolar dengan 18 miliar dolar dari kematian yang disembunyikan. Yang mengambil pinjaman ini entitas pemerintah Indonesia dan merupakan pinjaman yang sangat berisiko.
Pinjaman tersebut diberikan tanpa jaminan kedaulatan yang berarti jika peminjam bangkrut. Pemerintah Indonesia akan menghadapi tekanan untuk menyelamatkan. Mereka harus membayar uang itu. Ini jebakan".

Kesimpulan : Klaim terhadap pemberitaan Presiden China tagih utang atau dibayar dengan 200 juta rakyatnya menetap di Indonesia adalah tidak benar, sudah dijelaskan bahwa pinjaman tersebut diberikan tanpa jaminan.

Informasi ini termasuk kedalam kategori Misleading Content

Rujukan 
http://bitly.ws/IsZW
http://bitly.ws/It29

Pemeriksa Fakta : Isfahani Afina Putri
Instagram : @isfahaniii_